Lompat ke isi

Bulan Ramadhon, Bulan Kemenangan dan Perubahan

Juli 30, 2011

Segala puji bagi Allah, yang menjadikan momen berharga dalam perjalanan kehidupan hamba-hamba-Nya. Momen di mana mereka melakukan muhasabah dan peninjauan ulang dari aktifitas dan manhaj yang ditempuh. Momen yang penuh berkah, dimana pahala dilipat gandakan, do’a dikabulkan, pintu surga dibuka, pinta neraka ditutup dan syaithon di belenggu. Itulah bulan Ramadhon.
Pada bulan Ramadhon, terjadi banyak kemenangan muslimin yang bersejarah. Di bulan inilah Perang Badar yang Allah sebut sebagai ‘Yaumul Furqon’ terjadi, tepatnya pada tahun 2 Hijriyah. Di bulan ini pula, kaum muslimin menaklukkan kota Makkah, membersihkannya dari kekotoran syirik. Peristiwa ini terjadi pada tahun 8 Hijriyah dan disebut ‘Fathu Makkah’.
Pada tahun 658 H, tepatnya hari Jum’at 25 Ramadhon, di bawah kepemimpinan raja Qothaz, kaum muslimin menghadapi bangsa Tartar yang telah meruntuhkan khilafah, membantai dan mencerai beraikan mereka. Kaum muslimin berperang melawan bangsa Tartar di medan ‘Ain Jalut. Kemenangan pun di raih pasukan Islam.
Kalau kita terus menelusuri kemenangan-kemenangan muslimin di bulan ini, akan banyak tulisan ini. Apa yang disebutkan di atas hanyalah sebagian kecil saja…
Sehingga, setiap kali datang bulan yang suci ini, kita akan merindukan terjadinya kemenangan-kemenangan semisal itu di tengah-tengah keterhinaan umat Islam sekarang ini, di tengah-tengah persekongkolan bangsa-bangsa kafir untuk menghancurkan umat Muhammad Saw., serta berkuasanya para penguasa murtad di negeri-negeri muslimin saat ini..
Bulan Ramadhon kali ini pun datang, sementara perang bertaraf internasional yang dimotori seluruh thoghut dunia di bawah kepemimpinan Amerika melawan Islam, para penolongnya serta kaum mujahidin, masih berlangsung..Ya, inilah hakekat yang harus dipahami setiap muslim. Perang dunia Internasional melawan Islam, meski musuh –musuh Allah menamakannya perang melawan teroris atau semisalnya..
Karena itu, bulan ini pun menjadi momen untuk setiap muslim, untuk kembali berpikir di pihak mana ia sekarang ini dalam perseteruan iman-kufur ini..apakah ia selama ini sudah aktif berada di barisan para penolong dien Islam? Ataukah masih ‘masa bodoh’ dengan kenyataan pahit yang dialami muslimin; dianiaya di berbagai belahan dunia, dijajah tanah air mereka, serta diinjak-injak kehormatan dien mereka…
Di mata salafush sholih, bulan Ramadhon adalah bulan kemenangan, kesungguhan dalam ibadah dan jihad. Maka tidak semestinya bulan ini seperti barang yang berlalu begitu saja. Ramadhon harus benar-benar menjadi momen kebaikan dan ketaatan, serta saat yang tepat untuk mendapat sebaik-baik bekal, yakni ketaqwaan..la’allakum tattakun..(Al-Baqoroh:
Bulan ini merupakan kesempatan bagi para ulama dan syeikh untuk membenahi kembali tanggung jawab keilmuan mereka, sehingga benar-benar hakekat ajaran Islam yang mereka sampaikan dan tidak menyamarkan atau bahkan menjadikan dien ini sebagai alat untuk melegitimasi penguasa dzalim..
Bulan ini pun juga kesempatan bagi para da’i dan aktivis untuk meluruskan kembali manhaj dakwah mereka, sehingga mereka lebih bertaqwa kepada Allah dalam urusan dakwah ini, membersihkannya dari berbagai paham yang menyimpang…jangan lagi ada sikap condong kepada orang-orang dzalim atau kafir, atau menjadikan mereka sebagai wali, pemimpin, anshor/ ahlunnushroh…
Bagi para orang-orang kaya, Ramadhon juga saat yang tepat untuk berbenah soal urusan harta mereka; sudahkah mereka tunaikan kewajiban mereka kepada orang fakir miskin, anak-anak yatim, para tawanan muslim, serta para isteri yang ditinggal suaminya karena terbunuh atau tertawan di penjara-penjara thoghut?
Bagi kaum muslimin secara umum, bulan Ramadhon adalah kesempatan untuk mengoreksi diri dari sikap meninggalkan Al-Qur’an. Ramadhon adalah bulan Al-Qur’an, di mana kitab suci itu turun di bulan tersebut. Bentuk meninggalkan Al-Qur’an yang paling besar adalah dengan tidak memberlakukan ajaran-ajarannya, baik dalam aspek pribadi, keluarga maupun masyarakat..
Demikian pula, Ramadhon juga menjadi waktu yang tepat bagi orang-orang yang diberi kekuatan, atau bergelimang dalam kemewahan, untuk memikirkan sebuah kewajiban yang sudah menjadi fardhu ‘ain atas muslimin, yakni jihad fi sabilillah..Apalagi sistem jahiliyyah yang ada saat ini ditopang dengan kekuatan bersenjata; untuk merobohkan sistem jahiliyyah itu, perlu jihad untuk menghancurkan kekuatan yang menopangnya. Pemikiran jahiliyyah dapat dihadapi dengan dakwah, sedang kekuatan yang menopangnya tidak bisa dilawan kecuali dengan kekuatan pula (jihad). Inilah realisme ajaran Islam.
Sistem jahiliyah saat ini didukung kekuatan materi (quwwah maadiyah). Orang-orang yang berusaha menghancurkan sistem tersebut dengan pemikiran saja, sementara jihad mereka abaikan, pada hakekatnya hanya berangan-angan saja….
Akhirnya, Ramadhon adalah bulan yang penuh momen untuk taubat, taat, ibadah serta mencari kebaikan. Tentu saja, do’a di bulan itu lebih terkabulkan. Karena itu, selain berdo’a untuk kebaikan diri dan keluarga anda, janganlah bakhil untuk mendo’akan para da’i, mujahidin serta kaum muslimin yang tertindas (mustadh’afin) di setiap tempat. Jadikan do’a anda untuk kemenangan Islam serta kehancurkan syirik dan orang-orang musyrik..Inilah kewajiban minimal yang harus anda lakukan…

Satu komentar leave one →
  1. Anonymous permalink
    Agustus 14, 2011 9:27 am

    iya Syelkh. orang Muslim sekarang musti banyak beramal sholih dan ebih bersungguh-sungguh dalm perjuangan. jangan malah molor terus dengan alasan lemah dan lapar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.